Sabtu, 31 Maret 2012

Hutang indonesia dari masa ke masa

Utang Rp1.700 Triliun, Siapa Tanggung Jawab? (Utang Era Soekarno hingga Sekarang)


Hutang Pemerintahan SBY yg kelewat tinggi, untuk apa ??

Utang Era Soekarno (1945–1966)

Presiden Soekarno adalah sosok pemimpin yang sebenarnya anti utang. Salah satu bapak pendiri bangsa ini pernah memberikan satu pernyataan terkenal yaitu “Go To Hell with Your Aid” yang menyikapi campur tangan IMF pada peristiwa konfrontasi Indonesia dengan Malaysia pada 1956. Dari pernyataan tersebut, Soekarno dapat dikategorikan sebagai pemimpin yang tegas dan berani mengambil sikap untuk menolak intervensi asing.

Namun, pada akhir pemerintahan Soekarno, negara ini ternyata dibebani oleh utang. Seperti dikutip dari harian Republika (17/4/2006), jumlah utang Indonesia pada masa pemerintahan Soekarno sebesar US$6,3 miliar, terdiri dari US$4 miliar adalah warisan utang Hindia Belanda dan US$2,3 miliar adalah utang baru. Utang warisan Hindia Belanda disepakati dibayar dengan tenor 35 tahun sejak 1968 yang jatuh tempo pada 2003 lalu, sementara utang baru pemerintahan Soekarno memiliki tenor 30 tahun sejak 1970 yang jatuh tempo pada 1999.



Utang Era Soeharto (1966–1998)

Pada masa Orde Baru, utang didefinisikan menjadi penerimaan negara. Berarti pemerintah saat itu membiayai program-program pemerintah melalui instrumen pendapatan yang salah satunya adalah utang. Jika dilihat dari struktur anggaran pemerintah, maka utang dimasukkan ke dalam porsi penerimaan selain pajak.

Selama 32 tahun berkuasa, ciri kuat pemerintahan Orde Baru adalah sangat sentralistik dan sering disindir berasaskan “Asal Bapak Senang” (ABS) sehingga kerap membuat masalah utang negara menjadi hal yang “tabu” untuk dibicarakan. Akibatnya, pengelolaan utang negara pun menjadi sangat tidak transparan. Orde Baru “diklaim” berutang sebesar Rp1.500 triliun yang jika dirata-ratakan selama 32 tahun pemerintahannya maka utang negara bertambah sekitar Rp46,88 triliun tiap tahun.

Sampai 1998, dari total utang luar negeri sebesar US$171,8 miliar, hanya sekitar 73% yang dapat disalurkan ke dalam bentuk proyek dan program, sedangkan sisanya (27%) menjadi pinjaman yang idle dan tidak efektif. Alhasil, di masa Orde Baru, utang negara tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini disebabkan sistem pemerintahan yang sentralistik yang mengakibatkan pemerintah sulit untuk melakukan pemerataan pembangunan berdasarkan kebutuhan daerah, bukan berdasarkan keinginan pusat.

Pada masa Orde Baru, kredit Indonesia mendapat rating BBB dari Standard & Poor's (S&P), lembaga penilai keuangan internasional. Rating BBB, yang hanya satu tingkat di bawah BBB+, membuat iklim investasi dan utang Indonesia pada masa Orde Baru dinilai favorable bagi para investor, baik domestik maupun asing. Komposisi utang Orde Baru terdiri atas utang jangka panjang dengan tenor 10–30 tahun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan pernyataan bahwa utang Orde Baru jatuh tempo pada 2009 dengan struktur utang yang jatuh tempo sepanjang tahun 2009 adalah sebesar Rp94 triliun, terdiri dari Rp30 triliun berupa utang domestik dan Rp64 triliun berupa utang luar negeri.



Utang Era Habibie (1998–1999)

Masa pemerintahan B. J. Habibie merupakan pemerintahan transisi dari Orde Baru menuju era Reformasi. Habibie hanya memerintah kurang lebih setahun, 1998–1999. Pada 1998 terjadi krisis moneter yang menghempaskan perekonomian Indonesia dan pada saat yang bersamaan juga terjadi reformasi politik. Kedua hal ini mengakibatkan rating kredit Indonesia oleh S&P terjun bebas dari BBB hingga terpuruk ke tingkat CCC. Artinya, iklim bisnis yang ada tidak kondusif dan cenderung berbahaya bagi investasi.

Pada masa pemerintahan Habibie, utang luar negeri Indonesia sebesar US$178,4 miliar dengan yang terserap ke dalam pembangunan sebesar 70%, dan sisanya idle. Terjadinya penurunan penyerapan utang, yaitu dari 73% pada 1998 menjadi 70% pada 1999, disebabkan pada 1999 berlangsung pemilihan umum yang menjadi tonggak peralihan dari Orde Baru menuju era Reformasi. Banyak keraguan baik di kalangan investor domestik maupun investor asing terhadap kestabilan perekonomian, sementara pemerintah sendiri saat itu tampak lebih “disibukkan” dengan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.



Utang Era Gus Dur (1999–2001)

Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Dur, naik sebagai Presiden RI ke-4 setelah menang dalam Pemilu 1999. Namun, pada masa pemerintahan Gus Dur kerap terjadi ketegangan politik yang kemudian membuat Gus Dur terpaksa lengser setelah berkuasa selama kurang lebih dua tahun 1999–2001. Pada masa Gus Dur, rating kredit Indonesia mengalami fluktuasi, dari peringkat CCC turun menjadi DDD lalu naik kembali ke CCC. Salah satu penyebab utamanya adalah imbas dari krisis moneter pada 1998 yang masih terbawa hingga pemerintahannya.

Saat itu utang pemerintah mencapai Rp1.234,28 triliun yang menggerogoti 89% PDB Indonesia. Porsi yang cukup membahayakan bagi negara berkembang seperti Indonesia. Selain porsi utang yang besar pada PDB, terjadi pula peningkatan porsi bunga utang terhadap pendapatan dan belanja negara. Rasio bunga utang terhadap pendapatan pada 2001 meningkat sekitar 4,6%, dari 24,4% menjadi 29%, sedangkan terhadap belanja meningkat sebanyak 2,9% menjadi 25,5% pada tahun yang sama. Saat itu Indonesia dikhawatirkan akan jatuh ke dalam perangkap utang (debt trap). Pemerintahan Gus Dur mencatatkan hal yang positif dalam hal utang, yaitu terjadi penurunan jumlah utang luar negeri sebesar US$21,1 miliar, dari US$178 miliar pada 1999 menjadi US$157,3 miliar pada 2001. Namun, utang nasional secara keseluruhan tetap meningkat, sebesar Rp38,9 triliun, dari Rp1.234,28 triliun pada 2000 menjadi Rp1.273,18 triliun pada 2001. Sementara itu, porsi utang terhadap PDB juga mengalami penurunan, dari 89% pada 2000 menjadi 77% pada 2001.



Utang Era Megawati (2001–2004)

Masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri hanya berlangsung selama tiga tahun (2001–2004). Namun, pada masa pemerintahan presiden wanita Indonesia pertama ini banyak terjadi kasus-kasus yang kontroversial mengenai penjualan aset negara dan BUMN. Pada masanya, Megawati melakukan privatisasi dengan alasan untuk menutupi utang negara yang makin membengkak dan imbas dari krisis moneter pada 1998/1999 yang terbawa sampai saat pemerintahannya. Maka, menurut pemerintah saat itu, satu-satunya cara untuk menutup APBN adalah melego aset negara.

Privatisasi pun dilakukan terhadap saham-saham perusahaan yang diambil alih pemerintah sebagai kompensasi pengembalian kredit BLBI dengan nilai penjualan hanya sekitar 20% dari total nilai BLBI. Bahkan, BUMN sehat seperti PT Indosat, PT Aneka Tambang, dan PT Timah pun ikut diprivatisasi. Selama tiga tahun pemerintahan ini terjadi privatisasi BUMN dengan nilai Rp3,5 triliun (2001), Rp7,7 triliun (2002), dan Rp7,3 triliun (2003). Jadi, total Rp18,5 triliun masuk ke kantong negara.

Alhasil, selama masa pemerintahan Megawati terjadi penurunan jumlah utang negara dengan salah satu sumber pembiayaan pembayaran utangnya adalah melalui penjualan aset-aset negara. Pada 2001 utang Indonesia sebesar Rp1.273,18 triliun turun menjadi Rp1.225,15 triliun pada 2002, atau turun sekitar Rp48,3 triliun. Namun, pada tahun-tahun berikutnya utang Indonesia terus meningkat sehingga pada 2004, total utang Indonesia menjadi Rp1.299,5 triliun. Rata-rata peningkatan utang pada tiga tahun pemerintahan Megawati adalah sekitar Rp25 triliun tiap tahunnya.

Namun, terdapat hal positif lain yang terjadi pada masa pemerintahan Megawati, yaitu naiknya tingkat penyerapan pinjaman luar negeri Indonesia. Sejak 2002 hingga 2004, penyerapan utang mencapai 88% dari total utang luar negeri yang ada. Hal ini memperlihatkan bahwa pemerintah makin serius menggunakan fasilitas utang yang ada untuk kegiatan pembangunan. Keseriusan pemerintah dapat dilihat dari porsi utang terhadap PDB yang makin turun, yakni dari 77% pada 2001 menjadi 47% pada 2004. Menurunnya rasio utang terhadap PDB turut menyumbang meningkatnya rating kredit yang dilakukan oleh S&P dari CCC+ pada 2002 menjadi B pada 2004.



Utang Era SBY (2004–2009)

Pemerintahan SBY-JK dengan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB)-nya menjadi pemerintahan pertama yang dipilih melalui sistem pemilihan umum langsung di Indonesia. Sistem politik yang makin solid membawa ekspektasi dan respons positif pada kondisi perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari nilai PDB Indonesia yang terus meningkat hingga mendekati angka Rp1.000 triliun pada 2009. Tingkat kemiskinan pun diklaim “turun” oleh pemerintah (meskipun sampai saat ini definisi mengenai kemiskinan masih menjadi perdebatan).

Namun, bagaimana dengan masalah pengelolaan utang negara pada pemerintahan ini? “Diwarisi” utang oleh pemerintahan sebelumnya sebesar Rp1.299,5 triliun, jumlah utang pada masa pemerintahan SBY justru terus bertambah hingga menjadi Rp1.700 triliun per Maret 2009. Dengan kata lain, rata-rata terjadi peningkatan utang sebesar Rp80 triliun setiap tahunnya atau hampir setara dengan 8% PDB tahun 2009. Utang pemerintah sebesar Rp1.700 triliun itu terdiri dari Rp968 triliun utang dalam negeri (57%) dan Rp732 triliun utang luar negeri (43%). Pinjaman luar negeri digunakan untuk membiayai program-program dan proyek-proyek pemerintah yang berkaitan dengan kemanusiaan, kemiskinan, lingkungan, dan infrastruktur.

Meski jumlah utang bertambah besar, dalam lima tahun pemerintahan SBY, penyerapan utang terhitung maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat penyerapan yang rata-rata mencapai 95% dari total utang. Lalu, apa implikasi dari penyerapan ini? Nilai PDB Indonesia pun makin tinggi. Apabila ditelusuri lebih jauh, selama lima tahun terakhir, rasio utang negara terhadap PDB terlihat makin kecil, hingga menyentuh 32% pada 2009.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengan fakta-fakta bahwa utang makin besar, tetapi tingkat penyerapan tinggi, PDB makin tinggi, dan rasio utang terhadap PDB makin rendah? Dengan jumlah utang meningkat rata-rata Rp80 triliun per tahun selama lima tahun terakhir, sementara nilai PDB rata-rata meningkat 6,35% tiap tahun pada 2005–2008 (dengan memakai tahun dasar 2000 sesuai data Bank Indonesia) dengan target PDB 2009 mendekati angka Rp1.000 triliun, dan rasio utang terhadap PDB makin kecil, maka dapat dikatakan bahwa salah satu faktor kunci pembangunan negara ini adalah utang. Rasio utang yang makin mengecil terhadap PDB bukanlah karena utangnya yang mengecil, melainkan karena PDB-nya yang makin membesar.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan RI, dapat dilihat bahwa pada APBN tahun anggaran 2009 terdapat kekurangan pembiayaan anggaran sebesar Rp204,837 miliar, yang terdiri dari Rp116,996 miliar untuk kebutuhan pembayaran utang (57%) dan Rp139,515 miliar untuk menutupi defisit (68%). Lalu, dari manakah sumber pembiayaan untuk menutupi kekurangan pembiayaan anggaran ini? Lagi-lagi berasal dari utang, sebesar 99% atau Rp201,772 miliar, baik berupa utang dalam negeri maupun utang luar negeri. Jadi, boleh dibilang, Indonesia membayar utang dengan berutang alias gali lubang tutup lubang.

Masih menurut sumber data yang sama, pada 2033, atau 24 tahun dari sekarang, 98% utang dalam negeri pemerintah senilai Rp129 triliun akan jatuh tempo. Menurut data The Indonesia Economic Intelligence (IEI), dana sebesar Rp129 triliun itu merupakan dana eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang memang sudah harus dibayarkan kepada Bank Indonesia. BLBI sendiri hingga kini masih menjadi isu yang kontroversial dan belum tuntas penyelesaiannya.

Saat membuka Sidang Pleno I Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan bahwa pemerintah sekarang boleh dibilang sedang bangkrut atau tidak punya cukup uang untuk membangun dan membiayai perekonomian negara ini. "Government is broke. Penerimaan pemerintah berkurang karena pajak yang masuk berkurang," kata Presiden ketika menyikapi kondisi perekonomian Indonesia saat krisis global terjadi. Pernyataan tersebut merefleksikan kondisi ekonomi nasional yang sangat rapuh saat menghadapi krisis. Maka, jalan untuk keluar dari masalah ini adalah lagi-lagi dengan berutang.
 
dan data terakhir didapat hutang indonesia tahun 2012 sebesar Rp.1937 triliun.
benar benar angka yang fantastis..

Kamis, 08 Maret 2012

5 Keris Paling Legendaris di Indonesia

1. Keris Mpu Gandring


sukague.com

Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur sekarang. Keris ini terkenal karena kutukannya yang memakan korban dari kalangan elit Singasari termasuk pendiri dan pemakainya, ken Arok. Keris ini dibuat oleh seorang pandai besi yang dikenal sangat sakti yang bernama Mpu Gandring, atas pesanan Ken Arok. Setelah selesai menjadi keris dengan bentuk dan wujud yang sempurna bahkan memiliki kemampuan supranatural yang konon dikatakan melebihi keris pusaka masa itu. Kemudian Ken Arok menguji Keris tersebut dengan menusukannya pada Mpu Gandring yang konon menurutnya tidak menepati janji. Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bahwa Keris tersebut akan meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singhasari yakni: Tunggul Ametung, Ken Arok, Anusapati dan keturunan Ken Arok.



2. Keris Kyai Setan Kober

sukague.com

Keris Kyai Setan Kober adalah nama keris milik Adipati Jipang, Arya Penangsang. Keris ini dikenakan pada waktu ia perang tanding melawan Sutawijaya. Suatu saat tombak Kyai Pleret yang dipakai Sutawijaya mengenai lambung Arya Penangsang, hingga ususnya terburai. Arya Penangsang dengan sigap, menyangkutkan buraian ususnya itu pada wrangka atau sarung-hulu keris yang terselip di pinggangnya, dan terus bertempur. Saat berikutnya, Sutawijaya terdesak hebat dan kesempatan itu digunakan oleh Arya Penangsang untuk segera penuntaskan perang tanding tersebut, dengan mencabut keris dari dalam wrangka atau ngliga keris (menghunus), dan tanpa sadar bahwa wilah(an) atau mata keris Kyai Setan Kober langsung memotong ususnya yang disangkutkan di bagian wrangkanya. Ia tewas seketika.
Sutawijaya terkesan menyaksikan betapa gagahnya Arya Penangsang dengan usus terburai yang menyangkut pada hulu kerisnya. Ia lalu memerintahkan agar anak laki-lakinya, kalau kelak menikah meniru Arya Penangsang, dan menggantikan buraian usus dengan rangkaian atau ronce bunga melati, dengan begitu maka pengantin pria akan tampak lebih gagah, dan tradisi tersebut tetap digunakan hingga saat ini.


3. Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten 

sukague.com

Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten adalah dua benda pusaka peninggalan Raja Majapahit. Nagasasra adalah nama salah satu dapur keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas, sehingga penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan menyatakan jumlah luk-nya.Bagian gandik keris ini diukir dengan bentuk kepala naga, sedangkan badannya digambarkan dengan sisik yang halus mengikuti luk pada tengah bilah sampai ke ujung keris.
Salah satu pembuat keris dengan dapur Nagasasra terbaik, adalah karya empu Ki Nom, merupakan seorang empu yang terkenal, dan hidup pada akhir zaman kerajaan Majapahit sampai pada zaman pemerintahan Sri Sultan Agung Anyokrokusumo di Mataram. Dapur Sabuk Inten, seperti juga dapur Nagasasra mempunyai luk tiga belasdengan ciri-ciri yang berbeda yaitu mempunyai sogokan, kembang kacang, lambe gajah dan greneng.


4. Condong Campur

sukague.com

Condong Campur adalah salah satu keris pusaka milik Kerajaan Majapahit yang banyak disebut dalam legenda dan folklor. Keris ini dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Condong Campur.
Konon keris pusaka ini dibuat beramai-ramai oleh seratus orang mpu. Bahan kerisnya diambil dari berbagai tempat. Dan akhirnya keris ini menjadi keris pusaka yang sangat ampuh tetapi memiliki watak yang jahat.


5. Keris Taming Sari 

sukague.com

Di ceritakan pemilik asal keris ini adalah merupakan pendekar atau hulu balang kerajaan Majapahit yang bernama Taming Sari. Keris ini kemudianya bertukar tangan kepada hulubalang Melaka yang telah berjaya membunuh Taming Sari bernama Hang Tuah. Perpindahan kepemilikan ini terjadi dalam suatu duel keris yang sangat luar biasa antara Taming Sari dan Hang Tuah, yang akhirnya dimenangkan oleh Hang Tuah.



BBM Tidak Dinaikan APBN Akan Jebol itu Bohong!

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan secara tegas menolak kenaikan harga Bahan Bakar minyak yang diajukan oleh pemerintah.

Pasalnya, alasan pemerintah jika subsidi BBM menjebol APBN tak masuk akal. Begitu juga dengan alasan pemerintah yang mengatakan bahwa subsidi BBM selama ini salah salah sasaran adalah genit.

"Subsidi sudah benar. Atas dua isu itu PDIP menolak keras kenaikan BBM. Kalo BBM tidak dinaikan APBN akan Jebol itu bohong," tegas Bambang di ruang fraksi PDI P, Rabu (29/2).

Ia juga menegaskan, jika pemerintah menaikkan BBM maka akan semakin membuat rakyat sengsara.

"Kalau BBM naik yang terpukul itu 65 persen rakyat Republik Indonesia," tegas Bambang didampingi Kapoksi VII PDIP Daryatmo.

Hal senada juga diungkapkan Kapoksi komisi VII DPR dari PDI P, Daryatmo Mardiyanto. Menurutnya, dalam kurunwaktu pemerintahan SBY sejak 2005-2012 terjadi penurunan subsidi BBM sebanyak -53,6 persen.

"Sejak pemerintahan SBY tahun 2005 subsidi BBM 18,8 persen. Sedangkan ditahun 2012 subsidi BBM 8,7 persen. Jadi Sejak tahun 2005-2012 tercatat penurunan BBM sebanyak -53,6 persen," paparnya.

Lanjutnya, Sementara itu, nilai belanja pegawai sejak 2005-2012 naik +21,0 persen," jelasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Energi Sumber Daya Manusia menyampaikan usulan alternatif kebijakan pengurangan subsidi untuk bahan bakar minyak jenis premium dan solar.

Dalam usulan yang disampaikan kepada Komisi VII DPR itu, Bekas menteri Pariwisata itu memberikan dua opsi, yaitu kenaikan harga jual untuk BBM jenis premium dan solar sebesar Rp1500 per liter.

"Opsi pertama, kenaikan harga jual eceran premium dan solar sebesar Rp1500 per liter. Opsi kedua memberikan subsidi tétap, maksimum sebesar Rp2000 perliter untuk premium dan solar," kata Jero Wacik saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR kemarin.


10 Fakta Tentang Internet di Indonesia


1. Satu dari tiga orang penduduk perkotaan di Indonesia mengakses internet dalam satu bulan terakhir.

2. Penetrasi internet pada segmen penduduk usia 15-29 tahun paling tinggi dibandingkan segmen usia lain dengan persentase sebesar 64 persen. Diikuti usia 20-24 tahun sebesar 42 persen. Berikutnya usia 25-29 tahun sebesar 28 persen, kemudian usia 30-34 tahun sebesar 16 persen, usia 40-44 tahun sebesar 12 persen, dan usia 45-50 tahun sebesar 5 persen.

3. Pengguna internet tidak hanya di kota besar, tetapi juga menyebar di kota-kota kecil.

4. Warung internet(warnet) paling sering digunakan mengakses internet, 83 persen dari pengguna online menggunakan warnet dalam satu bulan terakhir. Disusul akses dari handphone, PDA, dan perangkat mobile lain sebesar 22 persen, dari kantor 19 persen, dari sekolah 17 persen, dan dari rumah 16 persen.

5. Enam dari 10 pengguna internet mengunjungi situs jaringan sosial(social network) setiap bulan.

6. Sebanyak 28 persen masyarakat perkotaan mengakses internet dalam satu bulan terakhir. 6 persen mengakses internet tiap hari.

7. Penggunaan internet yang tinggi tidak hanya didominasi Jakarta, tetapi juga merata di banyak kota lain.

8. Aktivitas internet paling sering digunakan bukan untuk membuka berita online atau bertransaksi, melainkan untuk membuka email berbasis web sebesar 59 persen, instant messenger 58 persen, membuka situs jaringan sosial 58 persen, mesin pencari 56 persen, membaca berita online 47 persen. Setelah itu baru untuk keperluan lain. Untuk membuka internet banking hanya 5 persen. Untuk transaksi online? Masuk urutan terakhir, cuma 3 persen.

9. Yahoo! adalah layanan email berbasis web paling dominan, sedangkan Google dominan untuk mesin pencari.

10. Situs jaringan sosial masih merajai. Sebanyak 58 persen mengakses situs jaringan sosial.

8 Insiden yang Hampir Memicu Terjadinya Perang Nuklir

Selama lebih dari 40 tahun, kedua negara adidaya besar dunia (Amerika dan Uni Soviet) dan sekutu mereka terkunci dalam konfrontasi nuklir yang dikenal sebagai Perang Dingin. Kedua belah pihak dan pemicu untuk memulai serangan nuklir besar yang akan memiliki konsekuensi global, karena MAD. Jika satu sisi meluncurkan rudal, maka pasti akan dihancurkan juga oleh serangan pembalasan.

Dengan senjata menghancurkan begitu banyak, dan ketegangan tinggi seperti, ancaman kecelakaan nuklir, atau memulai perang global sangat nyata. Bahkan setelah runtuhnya Uni Soviet, perang nuklir masih tetap berisiko, sebagai semakin banyak negara (seperti India, Pakistan, Cina, dan Korea Utara) mengembangkan teknologi, dan sarana, untuk memberikan senjata nuklir. Daftar ini melihat beberapa dari banyak contoh ketika ada bahaya nyata memulai perang nuklir, atau tanpa sengaja meledakkan senjata nuklir.

8.Duluth Air Base Intruder

F-16 Di Air Duluth National Guard Base

Di tengah Krisis Rudal Kuba, pada tanggal 25 Oktober,, 1962 penjaga di sebuah pangkalan udara di Duluth, Minnesota, melihat seorang penyusup pagar perimeter. Dia menembaki penyusup, dan mengangkat alarm, yang juga diaktifkan alarm di semua pangkalan di daerah tersebut. Namun, di pangkalan udara Volk Lapangan di Wisconsin, alarm kabel salah. Alih-alih terdengar peringatan sabotase, alarm memerintahkan F-106A Delta Dart pencegat dipersenjatai dengan rudal nuklir untuk lepas landas. Karena ada latihan praktek tidak memberitahukan bila DEFCON 3 ini berlaku, para pilot percaya perang nuklir dengan Uni Soviet telah dimulai. Sebagai pesawat hendak lepas landas, sebuah mobil dari menara kontrol lalu lintas udara bergegas ke arah mereka dan memberi tanda pesawat untuk berhenti. Penyusup telah diidentifikasi sebagai beruang.

7.Thule Air Base Crash

Thule Air Base Lihat Udara

A B-52 membawa 4 bom hidrogen terbang di atas Baffin Bay dekat Greenland pada 21 Januari 1968, sebagai bagian dari misi "Kepala Hard". Ini adalah tempat pembom dipersenjatai dengan senjata nuklir bolak balik di luar wilayah udara Soviet, sehingga mereka dapat memberikan serangan pertama yang cepat, atau serangan pembalasan harus segera perang pecah. Namun, pada penerbangan ini, kebakaran terjadi onboard pesawat. Enam dari awak berhasil selamat, tetapi yang terakhir terbunuh saat ia berusaha menyelamatkan.

Pesawat itu jatuh ke laut es, menyebabkan komponen ledak tinggi dari bom nuklir meledak, mengirimkan bahan radioaktif di daerah yang luas. Sebuah operasi pembersihan besar diluncurkan, dengan base camp terletak di lokasi kecelakaan. Akhirnya, 6700 m3 terkontaminasi es dan salju telah dihapus dan diangkut ke Amerika Serikat. Setelah memperoleh sejumlah dokumen di bawah Freedom of Information Act, BBC mengklaim bahwa salah satu dari empat senjata nuklir tidak pernah dipertanggungjawabkan selama operasi pembersihan. Namun, Denmark untuk Institut Studi Internasional meluncurkan studi mereka sendiri di tahun 2009, yang membantah klaim BBC.

6.RAF Lakenhealth B-47 Crash

Screen Shot 2010/11/28 Pada 10.59.52 Am

Pada tanggal 7 Juli 1956, setelah misi pelatihan rutin, B-47 Stratojet pembom dari 307 Bombardment Wing berusaha mendarat di lapangan udara USAF di RAF Lakenhealth, Suffolk, Inggris. Namun, pesawat careered luar kendali karena datang ke tanah, dan menabrak sebuah bunker penyimpanan senjata nuklir (juga disebut igloo). Pesawat kemudian terbakar, membunuh empat orang awak dan menutupi bunker di pembakaran bahan bakar. Di dalam igloo tiga Mk6 airdropped bom atom. Untuk mengutip sebuah komunike dari Jenderal James Walsh ke Komando Udara Strategis: "The B-47 robek igloo dan mengetuk berenam tandai sekitar 3 ... ujian pendahuluan oleh pejabat, mengatakan bom bahwa satu tanda enam dengan detonator terkena terfragmentasi... "Jika api belum padam begitu cepat, kemungkinan bahwa bagian ledak tinggi bom itu akan diledakkan dari api - ledakan yang dihasilkan akan menyebar bahan radioaktif di bagian timur Inggris.


5.Pelatihan Tape Insiden

Segi lima

Jam 8:50, pada pagi hari pada tanggal 9 November 1979, sebuah peringatan muncul di komputer empat pusat komando Amerika (termasuk di Pentagon dan di dalam bunker Udara Strategis Komando di bawah Gunung Cheyenne) bahwa serangan besar-besaran ICBM Soviet itu en rute ke Amerika Serikat. rudal nuklir Minuteman mempersiapkan untuk meluncurkan serangan balasan, dan Air National Emergency (a 747 dimodifikasi untuk melawan efek EMPs dan radiasi) terlepas, meskipun presiden itu tidak di atas kapal.

Senior petugas cepat mengadakan konferensi penilaian ancaman. Namun, setelah enam menit teg`ng, satelit dan radar peringatan dini menunjukkan bahwa tidak ada rudal Rusia telah diluncurkan. Ia kemudian menemukan bahwa tape pelatihan yang menggambarkan serangan Soviet besar-besaran secara tidak sengaja telah dimuat ke dalam komputer peringatan dini, dan telah menghasilkan alarm palsu. Setelah penyelidikan insiden itu, fasilitas off-situs baru yang diciptakan untuk menjalankan kaset pelatihan.




4.Norwegia roket insiden
Geodesik-Black-Brant

Pada tanggal 25 Januari 1995, sebuah tim ilmuwan meluncurkan roket Black Brandt XII penelitian dari Norwegia. stasiun radar Rusia cepat dijemput peluncuran, dan percaya bahwa ini adalah peluncuran rudal Trident dari posisi kapal selam dari Cape Utara. Diyakini bahwa EMP (pulsa elektromagnetik) dari ledakan delapan rudal hulu ledak di atmosfer dirancang untuk melumpuhkan perintah Moskow dan sistem kontrol sebagai awal untuk serangan nuklir skala penuh. Sebuah peringatan segera dikirim ke komando tinggi Rusia, dan Presiden Rusia, Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata mengadakan konferensi video.

Kita hanya bisa membayangkan nada dan isi dari percakapan ini. Setelah delapan menit, komputer Rusia menghitung bahwa rudal itu akan benar-benar meledak di Laut Norwegia. Itu tidak ditujukan Rusia. doktrin nuklir Rusia menyatakan bahwa tidak seharusnya 10 menit sebelum mendeteksi meluncurkan untuk memutuskan suatu tindakan.

3.U-2 Konfrontasi

Screen Shot 2010/11/28 Pada 11.02.02 Am

Acara lain selama Krisis Rudal Kuba yang hampir menyebabkan perang adalah ketika U-2 penerbangan pengintaian, sengaja tersesat ke wilayah udara Rusia pada tanggal 27 Oktober 1962. U-2, diterbangkan oleh Kapten Charles Maultsby, sedang dalam penerbangan dari Alaska dan terbang di atas Kutub Utara, ketika aurora borealis yang terang (atau cahaya utara) mencegah dia dari mengambil pembacaan akurat dengan sekstan nya. Ia sengaja terbang ke wilayah udara Soviet, dan pejuang MiG yang bergegas untuk mencegat dan menembak dia. Sebagai tanggapan, dua F-102 Delta Daggers lepas landas dari Alaska untuk melindungi U-2 dan membimbing ke rumah. F-102s dipersenjatai dengan nuklir Genie berujung roket udara-ke-udara, dengan hasil 1.5kt (setara ledakan sampai 1500 ton TNT), dan keputusan itu diserahkan kepada pilot untuk memutuskan apakah mereka harus dipecat. Setelah konfrontasi tegang, berangkat dan MiG-U 2 mendarat kembali dengan selamat di pangkalan.

2.Orang yang menyelamatkan dunia

Stanislav-Petrov

Hanya setelah tengah malam, pada 26 September 1983, Letnan Kolonel Stanislav Petrov sedang bertugas di bunker 15 Serpukhov, di Gantsevichi, Belarus. Tiba-tiba, komputer bunker itu memberitahu kepadanya bahwa salah satu peringatan Oko satelit di orbit mengelilingi bumi telah mendeteksi peluncuran 5 Minuteman II ICBM dari silo pertengahan-Barat Amerika. Sebuah pertukaran nuklir yang akan mengancam seluruh dunia, tampaknya, sudah dekat. Namun, Petrov tidak taat prosedur Soviet dan menolak untuk melewati peringatan lebih tinggi rantai komando. Keandalan dari sistem komputer telah dipertanyakan di masa lalu, dan
Petrov beralasan bahwa jika Amerika tidak melancarkan serangan maka akan melibatkan ribuan rudal, bukan lima.

Setelah itu, dia mengatakan "Ketika orang memulai perang, mereka tidak memulainya dengan hanya lima rudal. Anda dapat melakukan kerusakan kecil dengan lima rudal "itu kemudian ternyata bahwa sensor satelit infra-merah telah keliru cahaya dan, panas matahari untuk pembuangan gas panas dari peluncuran rudal.. Pada tahun 2006, ia pergi ke Amerika di mana ia dihormati oleh pertemuan PBB di New York City, dan ia disajikan penghargaan oleh Asosiasi Warga Dunia.

1.Konfrontasi Krisis Rudal Kuba

Kapal selam

Pada pagi hari 14 Oktober 1962, seorang Amerika U-2 pesawat dari Reconnaissance Strategis 4080 Wing terbang di atas pulau Komunis Kuba, untuk sejumlah SS-4 rudal jarak menengah, memicu Krisis Rudal Kuba. Amerika Serikat tidak senang dengan pembangunan peluncur rudal tepat di bawah mereka dan dianggap sejumlah pilihan untuk menghadapi ancaman, untuk meluncurkan serangan udara untuk menghancurkan rudal, ke invasi skala penuh militer. Akhirnya, diputuskan untuk memblokade pulau untuk mencegah rudal lagi yang dikirim ke Kuba. Ketegangan terjadi, pihak Soviet melihat ini sebagai tindakan agresi. Untuk pertama kalinya dan satu-satunya dalam sejarah, Amerika Komando Udara Strategis diangkat ke DEFCON 2 - tingkat kesiapan tertinggi kedua. Selama blokade, pada tanggal 27 Oktober, sebuah kapal

Amerika terdeteksi kapal selam Soviet B-59. dijatuhkan di dekat kapal selam dalam rangka untuk memaksa naik permukaan. Kapten kapal selam memerintahkan kapal selam nuklir tipped torpedo harus disiapkan untuk menembak pembalasan. Namun, untuk diizinkan , kapten kapal, pejabat politik dan kedua di perintah semua harus setuju. kedua perintah, Vasili Arkhipov, menentang peluncuran, tapi itu sudah cukup. Dia memveto peluncuran dan berhasil membujuk kapten kapal selam ke permukaan dan menunggu perintah dari Moskow, sehingga menghindari perang nuklir.


5 Pejabat RI yang Naik Angkutan Umum Saat Bekerja

1. Tb Soenmandjaja Rukmandis 




Anggota DPR dari FPKS ini mengaku sehari-hari menggunakan angkutan umum untuk menuju Gedung DPR. Dari rumahnya yang terletak di Bogor, Kang Soenman, demikian dia biasa disapa, berjalan kaki menuju tempat angkot ngetem. Perjalanan dia lanjutkan menggunakan KRL hingga Stasiun Karet. Nah, dari stasiun ini, Kang Soenman memilih naik Kopaja 608 jurusan Blok M – Tanah Abang hingga ke Gedung Dewan.

Padahal kalau mau, Soenman bisa menggunakan Toyota Rush dan Suzuki APV yang terparkir di rumahnya. Namun dia lebih suka berangkat kerja dengan angkutan umum karena Soenman bisa bertemu banyak orang untuk menyerap aspirasi.



2. Akbar Faizal



Politikus dari Partai Hanura, Akbar Faizal, juga salah satu pejabat yang menyimpan mobilnya dan memilih menggunakan kendaraan umum saat pergi ke tempat kerja. Akbar yang tinggal di Depok, Jawa Barat, tidak mau kehilangan banyak waktu di jalan karena macet. Itu makanya dia memilih menggunakan KRL.

Biasanya Akbar naik dari Stasiun KA Depok Lama dan turun di Stasiun Dukuh Atas. Lalu dia melanjutkan perjalanan ke Gedung DPR dengan menumpang taksi atau ojek. Akbar menaruh mobilnya di Gedung DPR karena terkadang dia harus menghadiri kegiatan Dewan di luar Gedung DPR. Untuk diketahui, Akbar memiliki Honda Civic keluaran 2008 dan Honda CRV edisi 2009 yang dibelinya sebelum menjadi anggota Dewan.



3. Aus Hidayat Nur

Anggota DPR Aus Hidayat Nur juga salah satu penumpang setia KRL. Mengingat rumahnya terletak di Jalan Kelapa Dua Raya RTM Cimanggis, Depok, maka Aus menjadikan KRL sebagai kendaraan umum andalan. Selain lebih efektif dan efisien, Aus juga menggunakan KRL untuk menerapkan hidup sederhana.

Bagi pria yang lama berkecimpung di dunia bisnin multi level marketing ini, jabatan di DPR hanyalah 5 tahun. Karena itu tak sewajarnya jika lantas membuatnya menjalani gaya hidup mewah.
Biasanya politus PKS ini keluar dari rumah dengan menumpang sepeda motor anaknya hingga Stasiun Universitas Indonesia. Kemudian dia naik KRL hingga ke Stasiun Tanah Abang. Perjalanan ke Gedung DPR dilanjutkannya dengan menggunakan ojek. Namun bila kegiatan di parlemen tak padat, ia terkadang menggunakan Proton Exora, mobil produksi Malaysia yang dibeli dengan cara mencicil ini.



4. Bambang Widjojanto
 
Pria yang baru saja duduk di kursi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ini adalah penggemar KRL. Bagi Bambang, alat transportasi umum memang sudah sangat akrab baginya. Dia tak pernah gengsi menggunakan KRL atau ojek untuk mengantar dia ke tempatnya bekerja. Namun bukan berarti dirinya sama sekali mengharamkan mengendarai mobil.

Mengingat rumahnya di Depok Timur dengan kantor KPK yang di Kuningan, Jakarta Selatan, cukup jauh, maka KRL adalah pilihan transportasi yang paling rasional. Meski sudah jadi anggota KPK, dia akan tetap memprioritaskan memakai ojek atau KRL untuk bekerja.





5. Dahlan Iskan



Dahlan Iskan selama menjadi Menteri BUMN sudah dua kali terpergok menaiki KRL. Pada 5 Desember lalu, Dahlan menaiki KRL tanpa pengawalan. Kegiatan itu dilakukan Dahlan untuk melihat pelayanan dan operasional BUMN transportasi tersebut.

Kegiatan serupa dilakukannya hari Jumat (23/12/2011) saat akan menghadiri sidang kabinet yang digelar di Istana Bogor. Mantan Dirut PLN ini naik dari Manggarai menuju Bogor. Setibanya di Stasiun Bogor, perjalanan ke Istana Bogor dilanjutkan dengan menggunakan ojek.

Dicegat Paspampres

Masih ada beberapa pejabat yang terlihat bersahaja jika ditilik dari penggunaan kendaraan umum. Misalnya saja anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sujatmiko. Saat ini dia tengah menyicil rumah sederhana dan tak segan ngojek ke kantornya di Senayan.
Anggota Komisi IX dari F-PDIP Nursuhud juga sejak dilantik jadi anggota dewan tetap memakai ojek. Dia mengaku punya mobil, tapi sering digunakan anaknya. Ojek menjadi pilihan dia lantaran bisa mengantarkannya ke Gedung DPR tepat waktu.
Dengan menaiki angkutan umum, para pejabat itu memang terkesan sederhana dan membumi. 
Meski beberapa dari mereka lebih mempertimbangkan efisiensi saat memilih menggunakan angkutan umum. Semoga pejabat yang naik angkutan umum ini semakin banyak, dan bukan hanya untuk meningkatkan citra.





Mau Tau Berapa Tagihan Pajak Mark Zuckerberg Tahun Ini?

Pajak kerap menjadi momok bagi mereka yang berpenghasilan tinggi. Hal itu pula yang kini tengah dihadapi pendiri, chairman, dan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Pajak mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun ($1 = Rp 9.000) tengah menanti Zuckerberg untuk tahun 2012 ini.

Tagihan itu pun akan semakin selangit bila IPO Facebook meledak dari perkiraan sebelumnya. Di mana menurut Financial Times, saham Facebook dijajakan di angka USD 40 dolar per lembar sehingga diprediksi mampu menjaring dana cair USD 4,8 miliar.

Nah, bila saham tersebut banyak peminat dan nilainya terus meningkat maka Facebook bukan tidak mungkin mencatat angka valuasi hingga USD 100 miliar. Jika demikian, maka Zuckerberg yang baru berusia 27 tahun akan semakin makmur dengan tambahan kekayaan mencapai USD 6 miliar.

Hanya saja kondisi ini akan menempatkan mahasiswa drop out dari Harvard itu sebagai 'mangsa empuk' aturan pajak di AS. Di mana besaran pajak pribadi di sana mencapai 35%. Sementara untuk pajak dari keuntungan saham sebesar 15%.

Namun jangan khawatir, Zuckerberg tak akan miskin lantaran dibebani pembayaran pajak. Pasalnya pada tahun 2011 lalu saja, kompensasi yang diberikan kepada pria berambut kriwil itu mencapai USD 1,4 juta. Terdiri dari USD 483 ribu untuk gaji, USD 220 ribu untuk bonus, dan USD 783 ribu untuk kompensasi lain. 

Itu baru dari sisi 'gaji resmi' di tahun lalu. Belum dihitung dari jatah deviden atas kepemilikan saham Zuckerberg yang mencapai 28% di Facebook dari tahun-tahun sebelumnya.

Facebook sendiri saat ini tengah mengajukan dokumen IPO mereka ke US Securities and Exchange Commission. Diprediksi penjualan saham Facebook ini akan terealisasi pada kuartal II di 2012, kemungkinan bulan Mei. Adapun simbol trading yang dipakai adalah 'FB', namun belum disebutkan stock exchange mana yang akan digunakan.

Foto Sebelum dan Sesudah Efek Global Warming

Pemanasan global (Inggris: global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca.

Foto Sebelum dan Sesudah Efek

Foto Sebelum dan Sesudah Efek

Berikut beberapa foto sebelum dan sesudah efek Global Warming yang diambil oleh Gary Braasch Photography


Fenomena hujan, badai dan salju saat ini semakin ekstrem.Para peneliti dari Skotlandia dan Kanada menganalisis semua fenomena hujan dan salju ekstrem yang terjadi dari tahun 1951 hingga 1999 di wilayah bumi bagian utara ( Northern Hemisphere).Penelitian ini berakhir pada 1999 yang menurut para ilmuwan adalah tahun terakhir dimana pemanasan global semakin menunjukkan efeknya.
Gary Braasch telah mendokumentasikan perubahan iklim dan dampak pemanasan global sejak 1999. Proyek ini menghasilkan dua buku dan arsip foto, dan penelitian yang dapat dilihat di http://www.worldviewofglobalwarming.org/


Ururashraju, di Cordillera Blanca Peru. Difoto pada tahun 1986 oleh ahli glasiologi Peru Alcides Ames, dan Gary Braasch rephotograph pada tahun 1999.

Gletser Grinnell, USA. Difoto oleh seorang fotografer pada tahun 1911 dan difoto kembali oleh Gary Braasch pada tahun 2009
fotografer Amerika Gary Braasch telah mendokumentasikan perubahan lingkungan sejak tahun 1999.Gambar di sebelah kiri adalah gletser Rhone di Valais, Swiss, pada tahun 1859 dan menunjukkan tumpukan es yang mengisi lembah.Pada tahun 2001, gletser itu menyusut 2.5km.

Pasterze, gletser di Austria, pada tahun 1875 dan 2004

Sampai tahun 1950, gletser di sebuah daerah di Alaska masih nampak utuh, belum terpengaruh oleh Pemanasan Global (gambar kiri), namun pada tahun 2002 gletser sudah hampir hilang dari kawasan itu. Dalam gambar ini terlihat salju yang dulunya menyelimuti gunung juga sudah menipis (gambar kanan).

Gletser Athbasca , Kanada pada tahun 1919 dan 2005

Foto tersebut diambil dari garis pantai di C`pe Hatteras di North Carolina di Amerika Serikat, diambil pada tahun 1999 dan 2004. Bagian selatan Amerika Serikat dan kawasan Karibia itu diterjang oleh serangkaian angin topan yang kuat.Naiknya permukaan laut juga mempercepat erosi pantai.

Gletser Upsala di Argentina pernah menjadi gletser terbesar di Amerika Selatan, tetapi sekarang menghilang dengan kecepatan 200 meter per tahun.



pulau Vanishing, Gambar tersebut menunjukkan pengaruh gelombang meningkat dari biasanya.


Gambar-gambar ini menunjukkan kerusakan pada pohon White Spruce di Alaska yang disebabkan oleh hama.